Artwork

Kandungan disediakan oleh KBR Prime. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh KBR Prime atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.
Player FM - Aplikasi Podcast
Pergi ke luar talian dengan aplikasi Player FM !

Seputar Penyebaran Nyamuk Wolbachia jadi Concern Warganet +62

24:10
 
Kongsi
 

Manage episode 385290660 series 3127068
Kandungan disediakan oleh KBR Prime. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh KBR Prime atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

Warganet +62 belakangan menyoroti penyebaran nyamuk Wolbachia di lima kota Indonesia, mulai dari Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang.

Sejumlah warganet mempertanyakan langkah yang ditempuh Kementerian Kesehatan tersebut. Bahkan, ada juga yang menyuarakan keresahannya.

Berdasarkan keterangan persnya, Kemenkes menganggap nyamuk Wolbachia sebagai inovasi kesehatan. Lantaran pemanfaatan teknologi Wolbachia telah dilaksanakan di sembilan negara lain dan hasilnya terbukti efektif mencegah Dengue.

Adapun negara yang dimaksud adalah Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Mexico, Kiribati, New Caledonia, dan Sri Lanka.

Penelitian menunjukkan, Wolbachia mampu melumpuhkan virus Dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti, sehingga virus dengue tidak akan menular ke dalam tubuh manusia. Proses ini terjadi saat aedes aegypti jantan berwolbachia kawin dengan Aedes Aegypti betina.

Kemenkes juga menanggapi ramainya Wolbachia di media sosial. Salah satunya memastikan nyamuk itu bukan rekayasa genetik. Di Indonesia sendiri, teknologi wolbachia yang digunakan, diimplementasikan dengan metode “penggantian”, dimana baik nyamuk jantan dan nyamuk betina wolbachia dilepaskan ke populasi alami.

Melansir dari laman Kemenko PMK, Kasus DBD di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2021 sebanyak lebih dari 73 ribu kasus dengan angka kematian 705 orang. Tahun 2022 sebanyak lebih dari 131 ribu kasus dengan angka kematian mencapai 1.183 orang. Pada periode Januari – Juli 2023, sebanyak 42 ribuan orang terinfeksi DBD dan 317 orang meninggal.

Lantas, Seberapa darurat penularan DBD, sampai perlu disebarkan nyamuk Wolbachia? Dengan adanya polemik, protes serta kekhawatiran, bagaimana kemudian meyakinkan masyarakat? Soal hal ini kita kan cari tahu lebih lanjut bersama Anggota Komisi bidang Kesehatan DPR RI, Rahmad Handoyo.

Simak juga pernyataan dari Profesor di Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK UGM, Adi Utarini dan Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, dr. Riris Andono Ahmad soal hal ini.

*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

  continue reading

1296 episod

Artwork
iconKongsi
 
Manage episode 385290660 series 3127068
Kandungan disediakan oleh KBR Prime. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh KBR Prime atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

Warganet +62 belakangan menyoroti penyebaran nyamuk Wolbachia di lima kota Indonesia, mulai dari Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang.

Sejumlah warganet mempertanyakan langkah yang ditempuh Kementerian Kesehatan tersebut. Bahkan, ada juga yang menyuarakan keresahannya.

Berdasarkan keterangan persnya, Kemenkes menganggap nyamuk Wolbachia sebagai inovasi kesehatan. Lantaran pemanfaatan teknologi Wolbachia telah dilaksanakan di sembilan negara lain dan hasilnya terbukti efektif mencegah Dengue.

Adapun negara yang dimaksud adalah Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Mexico, Kiribati, New Caledonia, dan Sri Lanka.

Penelitian menunjukkan, Wolbachia mampu melumpuhkan virus Dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti, sehingga virus dengue tidak akan menular ke dalam tubuh manusia. Proses ini terjadi saat aedes aegypti jantan berwolbachia kawin dengan Aedes Aegypti betina.

Kemenkes juga menanggapi ramainya Wolbachia di media sosial. Salah satunya memastikan nyamuk itu bukan rekayasa genetik. Di Indonesia sendiri, teknologi wolbachia yang digunakan, diimplementasikan dengan metode “penggantian”, dimana baik nyamuk jantan dan nyamuk betina wolbachia dilepaskan ke populasi alami.

Melansir dari laman Kemenko PMK, Kasus DBD di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2021 sebanyak lebih dari 73 ribu kasus dengan angka kematian 705 orang. Tahun 2022 sebanyak lebih dari 131 ribu kasus dengan angka kematian mencapai 1.183 orang. Pada periode Januari – Juli 2023, sebanyak 42 ribuan orang terinfeksi DBD dan 317 orang meninggal.

Lantas, Seberapa darurat penularan DBD, sampai perlu disebarkan nyamuk Wolbachia? Dengan adanya polemik, protes serta kekhawatiran, bagaimana kemudian meyakinkan masyarakat? Soal hal ini kita kan cari tahu lebih lanjut bersama Anggota Komisi bidang Kesehatan DPR RI, Rahmad Handoyo.

Simak juga pernyataan dari Profesor di Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK UGM, Adi Utarini dan Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, dr. Riris Andono Ahmad soal hal ini.

*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

  continue reading

1296 episod

Semua episod

×
 
Loading …

Selamat datang ke Player FM

Player FM mengimbas laman-laman web bagi podcast berkualiti tinggi untuk anda nikmati sekarang. Ia merupakan aplikasi podcast terbaik dan berfungsi untuk Android, iPhone, dan web. Daftar untuk melaraskan langganan merentasi peranti.

 

Panduan Rujukan Pantas

Podcast Teratas