Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

People love us!

User reviews

"Suka fungsi luar talian"
"Ini merupakan "cara" untuk mengendalikan langganan podcast anda. Ia juga cara hebat untuk meneroka pdcast baru."

Manusia & Teknologi - 2023-07-06

 
Kongsi
 

Manage episode 368133312 series 3381956
Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

Info pekan ini

~ 2 orang tewas dan 7 terluka, desain Airbag mobil pengaruhi 30 juta kendaraan dan 12 merek mobil terkemuka.

Pemilik sebuah mobil Chevrolet, Marlene Beaudoin meninggal dunia gegara kecelakaan lalu lintas yang menimpa dirinya pada bulan Agustus 2021, dirinya adalah seorang ibu dari sepuluh orang anak, empat diantaranya berada di dalam mobil pada saat terjadinya kecelakaan. Setelah di investigasi lebih lanjut oleh pihak yang berwajib, mendapati bahwa pecahan logam yang muncul dari kantung udara ( Airbag ) berimpak pada nasib Marlene, mengapa kantung udara yang seharusnya melindungi menjadi senjata baik pemilik mobil.

Uniknya, Administrasi Keselamatan Lalu Linta Jalan Raya Nasional AS ( NHTSA ) mulai menyelidiki dugaan terkait kantung udara yang bermasalah pada pertengahan 2015, namun empat tahun kemudian tragedi yang sama terjadi lagi. Mengakibatkan impak yang cukup masif, 2 nyawa melayang, 12 merk produsen mobil, dengan total 30 juta kendaraan.

Dibutuhkan waktu selama delapan tahun bagi NHTSA untuk menyelesaikan penyelidikannya, masalah kantung udara telah melibatkan lebih banyak kendaraan bagi berbagai merk. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh NHTSA yang telah mendapati sebanyak 67 juta Airbag yang bermasalah dan lebih dari 30 juta unit kendaraan yang terkena dampaknya. Bahkan telah melebihi total penjualan mobil baru di AS dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sejauh ini telah memakan 2 orang korban tewas dan tujuh lainnya luka-luka gegara desain Airbag yang bermasalah.

General Motors pada pekan lalu telah menarik hampir 1 juta unit untuk jenis mobil SUV dengan kantung udara yang rusak, termasuk seri Buick Enclave rilisan 2014 ~ 2017, selain itu juga Chevrolet Traverse dan GMC Acadia.

Sedikitnya ada 12 produsen mobil yang mengalami permasalahan yang sama pada desain Airbag, selain General Motors, ada juga Ford, Volkswagen, Hyundai, BMW, Audi, Dll yang bisa ditelusuri hingga tahun 2001, meski hingga saat ini sudah ada penanganan lebih lanjut terkait hal ini, nampaknya tidak dapat menghentikan arus penarikan mobil konsumen untuk terus kembali ke pusat perawatan mobil dengan permasalahan yang serupa.

Airbag yang dimaksud adalah sebuah desain yang dirilis oleh ARC Automotive, sebuah produsen dan pemasok kantung udara veteran yang berkantor pusat di Tennessee - AS. awal berdirinya ARC yang telah banyak memproduksi produk terbaru bagi Departemen Pertahanan AS pada tahun 1948, dan beralih ke dunia otomotif dan mulai berfokus pada pengembangan serta produksi kantung udara mobil pada tahun 1970.

NHTSA telah merilis sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa generator gas kantung udara rilisan ARC bermasalah pada saat dipompa, fungsi pompa didapati memiliki potensi meledak dan menyebabkan potongan logam yang dapat terlontar ke berbagai arah, hal ini tentu menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan penumpang pada saat terjadinya kecelakaan. Dengan penemuan ini, ARC mengharuskan untuk menarik kembali seluruh kantung udara yang telah diproduksi untuk rilisan sebelum Januari 2018.

Pihak ARC nampak tidak setuju dengan pernyataan ini sembari merespon sebuah kesimpulan bahwa : “ uji teknis dilapangan tidak mendapati kecacatan apapun, kami tidak setuju dengan permintaan penarikan oleh NHTSA.”

Uji Airbag telah dilakukan oleh ARC di bawah monitor pengawasan oleh NHTSA dan tidak menemukan permasalahan teknis, namun meninjau rilisan data NHTSA pada tahun 2016 terkait uji coba yang dilakukan oleh ARC tampaknya memiliki banyak kekurangan terkait pendataan. Nampaknya ada sesuatu yang ingin ditutupi oleh ARC tanpa alasan yang logis.

Dilansir dari Technews.tw, Brian Moody selaku pemimpin redaksi eksekutif Carey Blue Book sebagai sebuah situs penilaian mobil bekas ternama, percaya bahwa penarikan mobil dalam skala besar ini akan menyebabkan pukulan telak bagi ARC. berdasarkan analogi inilah terungkap mengapa ARC keberatan untuk kooperatif dengan pernyataan NHTSA, meski jadwal audiens publik telah direncanakan sebelum bukti lengkap dari ARC diajukan untuk melakukan pembelaan. Terdapat dua kemungkinan, antara lain : ARC akan membujuk para regulator untuk mempersempit ruang lingkup penarikan mobil bermasalah, atau NHTSA akan mengajukan gugatan resmi ke pengadilan setempat agar ARC dapat melakukan penarikan.

NHTSA juga menghadapi sebuah tekanan besar dari publik terkait investigasi yang akan semakin memakan waktu, tidak seperti investigasi penarikan mobil bermasalah lainnya. Dalam konteks ini tentu investigasi yang berdampak kepada jumlah yang masif akan memakan waktu yang sangat panjang dari sisi administrasi.

Kecelakaan kantong udara pertama dari masalah ini terjadi pada tahun 2009, pemilik kendaraan merk Chrysler Lois Dutton terluka pada saat dirinya bertabrakan dengan sebuah mobil salju, sebuah kepingan logam yang menusuk bagian leher Lois ditemukan pada saat tim medis bergegas mengantar dirinya ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Kendati nyawanya dapat diselamatkan dari musibah yang menimpa dirinya, namun dirinya masih kesulitan untuk berbicara gegara kepingan logam dari Airbag yang telah melukai leher lois.

Kecelakaan lainnya terjadi pada bulan maret tahun ini, dimana pengemudi yang mengalami cedera di leher dan wajah gegara kantung udara yang terbuka pada saat kecelakaan terjadi. Dapat diketahui bahwa kedua kasus tersebut terpaut pada sumber yang sama jelang 14 tahun, apabila dalam kurun waktu 14 tahun ini NHTSA telah melakukan investigasi dengan baik, kemungkinan besar hal ini tidak akan menimpa diri lois.

Menurut data yang terhimpun oleh The Wall Street Journal, terhitung dari 2010, jumlah kasus baru yang diajukan oleh NHTSA setiap tahunnya telah menurun secara signifikan, namun jumlah kasus yang telah terakumulasi per hari ini justru semakin meningkat, NHTSA menyadari bahwa penyelesaian kasus cukup lambat.

Stephen Ridella selaku kepala kantor investigasi NHTSA mengatakan bahwa kompleksnya konstruksi dan skema desain kendaraan modern yang semakin tinggi juga turut berkontribusi kepada lamanya waktu investigasi, volume data yang harus dikonfirmasi semakin banyak maka akan berimpak kepada waktu yang semakin lama untuk diinvestigasi.

Selama lima tahun terakhir, rata-rata waktu yang akan dihabiskan untuk “ verifikasi tahap pertama “ oleh NHTSA meningkat lebih dari tiga kali lipat yaitu dengan durasi 1 tahun 9 bulan. Waktu rata-rata yang dihabiskan untuk seorang “analisis teknik “ telah berlipat ganda menjadi 3 tahun 6 bulan.

Emily Reichard, seorang mantan investigator NHTSA mengatakan bahwa dirinya sering mengerjakan 3~4 kasus dalam waktu yang bersamaan, hal ini tentu akan berimpak kepada penyelesaian kasus tidak dapat selesai sesuai dengan jatuh tempo. “ anda tidak ingin terburu-buru dalam mengambil kesimpulan yang salah “ kata Emily. Jangan sampai menjadi Takata Corporation berikutnya.

Insiden airbag ARC telah menggemparkan seantero AS, dapat dikatakan sebagai penarikan terbesar dalam sejarah mobil secara global, bahkan telah melebihi sebuah perusahaan produsen otomotif asal Jepang yaitu Takata Corporation.

Perusahaan Takata Jepang pernah menjadi produsen suku cadang keselamatan otomotif terbesar kedua di dunia. Tidak hanya menyuplai cadangan untuk produsen mobil Jepang, namun juga ke seluruh dunia.

Pada abad ke-21, para produsen mobil mulai menarik kembali kendaraan yang dilengkapi dengan kantung udara besutan Takata, akan tetapi pada tahun 2008 didapati pelbagai problematika terkait desain Airbag rilisannya. Masalah yang sama terkait desain Airbag serupa dengan Airbag rilisan ARC, terdapat sebuah cacat desain pada generator gas yang terkadang meledak dapat menjadi ancaman serius bagi penumpang.

Honda mulai melakukan penarikan secara masif untuk kendaraan yang dilengkapi dengan kantung udara miliki Takata. setelah berita ini viral, tidak sedikit para produsen mobil lainnya yang turut melakukan penarikan terhadap pasar.

Pada tahun 2014, jutaan kendaraan di AS telah ditarik kembali dari seluruh dunia gegara desain kantung udara milik Takata, NHTSA pada saat itu yang bertugas untuk menginvestigasi penarikan Airbag Takata dan menemukan potensi bahaya besar untuk keselamatan penumpang dengan perintah penarikan kembali. Namun seperti ARC, Takata pada awalnya enggan untuk bekerja sama. Kecelakaan terkait Airbag terus terjadi di tahun-tahun berikutnya, akibat kesalahan desain ini telah menewaskan sedikitnya 24 orang meninggal dan telah melukai lebih dari 300 orang, sebuah pil pahit yang susah ditelan oleh Takata.

Takata mengakui kesalahannya di pengadilan Federal kota Detroit pada tahun 2017 dan setuju untuk membayar denda sebanyak 1 Miliar USD. setelah keputusan ini, lebih dari 100 juta unit kendaraan secara global telah ditarik dari pasar.

Pada tahun 1968, seorang insinyur asal AS Allen Breed mendesain dan merilis teknologi Airbag pertama untuk mobil, kemajuan teknologi telah membuat keamanan moda transportasi darat menjadi lebih aman bagi manusia, akan tetapi bukan berarti keamanan sebuah produk dapat dianggap enteng, setiap kelalaian sekecil mungkin akan besar impaknya pada keselamatan manusia, dari Takata hingga ke ARC, siapa selanjutnya?

Pantau terus yows..

  continue reading

264 episod

iconKongsi
 
Manage episode 368133312 series 3381956
Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

Info pekan ini

~ 2 orang tewas dan 7 terluka, desain Airbag mobil pengaruhi 30 juta kendaraan dan 12 merek mobil terkemuka.

Pemilik sebuah mobil Chevrolet, Marlene Beaudoin meninggal dunia gegara kecelakaan lalu lintas yang menimpa dirinya pada bulan Agustus 2021, dirinya adalah seorang ibu dari sepuluh orang anak, empat diantaranya berada di dalam mobil pada saat terjadinya kecelakaan. Setelah di investigasi lebih lanjut oleh pihak yang berwajib, mendapati bahwa pecahan logam yang muncul dari kantung udara ( Airbag ) berimpak pada nasib Marlene, mengapa kantung udara yang seharusnya melindungi menjadi senjata baik pemilik mobil.

Uniknya, Administrasi Keselamatan Lalu Linta Jalan Raya Nasional AS ( NHTSA ) mulai menyelidiki dugaan terkait kantung udara yang bermasalah pada pertengahan 2015, namun empat tahun kemudian tragedi yang sama terjadi lagi. Mengakibatkan impak yang cukup masif, 2 nyawa melayang, 12 merk produsen mobil, dengan total 30 juta kendaraan.

Dibutuhkan waktu selama delapan tahun bagi NHTSA untuk menyelesaikan penyelidikannya, masalah kantung udara telah melibatkan lebih banyak kendaraan bagi berbagai merk. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh NHTSA yang telah mendapati sebanyak 67 juta Airbag yang bermasalah dan lebih dari 30 juta unit kendaraan yang terkena dampaknya. Bahkan telah melebihi total penjualan mobil baru di AS dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sejauh ini telah memakan 2 orang korban tewas dan tujuh lainnya luka-luka gegara desain Airbag yang bermasalah.

General Motors pada pekan lalu telah menarik hampir 1 juta unit untuk jenis mobil SUV dengan kantung udara yang rusak, termasuk seri Buick Enclave rilisan 2014 ~ 2017, selain itu juga Chevrolet Traverse dan GMC Acadia.

Sedikitnya ada 12 produsen mobil yang mengalami permasalahan yang sama pada desain Airbag, selain General Motors, ada juga Ford, Volkswagen, Hyundai, BMW, Audi, Dll yang bisa ditelusuri hingga tahun 2001, meski hingga saat ini sudah ada penanganan lebih lanjut terkait hal ini, nampaknya tidak dapat menghentikan arus penarikan mobil konsumen untuk terus kembali ke pusat perawatan mobil dengan permasalahan yang serupa.

Airbag yang dimaksud adalah sebuah desain yang dirilis oleh ARC Automotive, sebuah produsen dan pemasok kantung udara veteran yang berkantor pusat di Tennessee - AS. awal berdirinya ARC yang telah banyak memproduksi produk terbaru bagi Departemen Pertahanan AS pada tahun 1948, dan beralih ke dunia otomotif dan mulai berfokus pada pengembangan serta produksi kantung udara mobil pada tahun 1970.

NHTSA telah merilis sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa generator gas kantung udara rilisan ARC bermasalah pada saat dipompa, fungsi pompa didapati memiliki potensi meledak dan menyebabkan potongan logam yang dapat terlontar ke berbagai arah, hal ini tentu menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan penumpang pada saat terjadinya kecelakaan. Dengan penemuan ini, ARC mengharuskan untuk menarik kembali seluruh kantung udara yang telah diproduksi untuk rilisan sebelum Januari 2018.

Pihak ARC nampak tidak setuju dengan pernyataan ini sembari merespon sebuah kesimpulan bahwa : “ uji teknis dilapangan tidak mendapati kecacatan apapun, kami tidak setuju dengan permintaan penarikan oleh NHTSA.”

Uji Airbag telah dilakukan oleh ARC di bawah monitor pengawasan oleh NHTSA dan tidak menemukan permasalahan teknis, namun meninjau rilisan data NHTSA pada tahun 2016 terkait uji coba yang dilakukan oleh ARC tampaknya memiliki banyak kekurangan terkait pendataan. Nampaknya ada sesuatu yang ingin ditutupi oleh ARC tanpa alasan yang logis.

Dilansir dari Technews.tw, Brian Moody selaku pemimpin redaksi eksekutif Carey Blue Book sebagai sebuah situs penilaian mobil bekas ternama, percaya bahwa penarikan mobil dalam skala besar ini akan menyebabkan pukulan telak bagi ARC. berdasarkan analogi inilah terungkap mengapa ARC keberatan untuk kooperatif dengan pernyataan NHTSA, meski jadwal audiens publik telah direncanakan sebelum bukti lengkap dari ARC diajukan untuk melakukan pembelaan. Terdapat dua kemungkinan, antara lain : ARC akan membujuk para regulator untuk mempersempit ruang lingkup penarikan mobil bermasalah, atau NHTSA akan mengajukan gugatan resmi ke pengadilan setempat agar ARC dapat melakukan penarikan.

NHTSA juga menghadapi sebuah tekanan besar dari publik terkait investigasi yang akan semakin memakan waktu, tidak seperti investigasi penarikan mobil bermasalah lainnya. Dalam konteks ini tentu investigasi yang berdampak kepada jumlah yang masif akan memakan waktu yang sangat panjang dari sisi administrasi.

Kecelakaan kantong udara pertama dari masalah ini terjadi pada tahun 2009, pemilik kendaraan merk Chrysler Lois Dutton terluka pada saat dirinya bertabrakan dengan sebuah mobil salju, sebuah kepingan logam yang menusuk bagian leher Lois ditemukan pada saat tim medis bergegas mengantar dirinya ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Kendati nyawanya dapat diselamatkan dari musibah yang menimpa dirinya, namun dirinya masih kesulitan untuk berbicara gegara kepingan logam dari Airbag yang telah melukai leher lois.

Kecelakaan lainnya terjadi pada bulan maret tahun ini, dimana pengemudi yang mengalami cedera di leher dan wajah gegara kantung udara yang terbuka pada saat kecelakaan terjadi. Dapat diketahui bahwa kedua kasus tersebut terpaut pada sumber yang sama jelang 14 tahun, apabila dalam kurun waktu 14 tahun ini NHTSA telah melakukan investigasi dengan baik, kemungkinan besar hal ini tidak akan menimpa diri lois.

Menurut data yang terhimpun oleh The Wall Street Journal, terhitung dari 2010, jumlah kasus baru yang diajukan oleh NHTSA setiap tahunnya telah menurun secara signifikan, namun jumlah kasus yang telah terakumulasi per hari ini justru semakin meningkat, NHTSA menyadari bahwa penyelesaian kasus cukup lambat.

Stephen Ridella selaku kepala kantor investigasi NHTSA mengatakan bahwa kompleksnya konstruksi dan skema desain kendaraan modern yang semakin tinggi juga turut berkontribusi kepada lamanya waktu investigasi, volume data yang harus dikonfirmasi semakin banyak maka akan berimpak kepada waktu yang semakin lama untuk diinvestigasi.

Selama lima tahun terakhir, rata-rata waktu yang akan dihabiskan untuk “ verifikasi tahap pertama “ oleh NHTSA meningkat lebih dari tiga kali lipat yaitu dengan durasi 1 tahun 9 bulan. Waktu rata-rata yang dihabiskan untuk seorang “analisis teknik “ telah berlipat ganda menjadi 3 tahun 6 bulan.

Emily Reichard, seorang mantan investigator NHTSA mengatakan bahwa dirinya sering mengerjakan 3~4 kasus dalam waktu yang bersamaan, hal ini tentu akan berimpak kepada penyelesaian kasus tidak dapat selesai sesuai dengan jatuh tempo. “ anda tidak ingin terburu-buru dalam mengambil kesimpulan yang salah “ kata Emily. Jangan sampai menjadi Takata Corporation berikutnya.

Insiden airbag ARC telah menggemparkan seantero AS, dapat dikatakan sebagai penarikan terbesar dalam sejarah mobil secara global, bahkan telah melebihi sebuah perusahaan produsen otomotif asal Jepang yaitu Takata Corporation.

Perusahaan Takata Jepang pernah menjadi produsen suku cadang keselamatan otomotif terbesar kedua di dunia. Tidak hanya menyuplai cadangan untuk produsen mobil Jepang, namun juga ke seluruh dunia.

Pada abad ke-21, para produsen mobil mulai menarik kembali kendaraan yang dilengkapi dengan kantung udara besutan Takata, akan tetapi pada tahun 2008 didapati pelbagai problematika terkait desain Airbag rilisannya. Masalah yang sama terkait desain Airbag serupa dengan Airbag rilisan ARC, terdapat sebuah cacat desain pada generator gas yang terkadang meledak dapat menjadi ancaman serius bagi penumpang.

Honda mulai melakukan penarikan secara masif untuk kendaraan yang dilengkapi dengan kantung udara miliki Takata. setelah berita ini viral, tidak sedikit para produsen mobil lainnya yang turut melakukan penarikan terhadap pasar.

Pada tahun 2014, jutaan kendaraan di AS telah ditarik kembali dari seluruh dunia gegara desain kantung udara milik Takata, NHTSA pada saat itu yang bertugas untuk menginvestigasi penarikan Airbag Takata dan menemukan potensi bahaya besar untuk keselamatan penumpang dengan perintah penarikan kembali. Namun seperti ARC, Takata pada awalnya enggan untuk bekerja sama. Kecelakaan terkait Airbag terus terjadi di tahun-tahun berikutnya, akibat kesalahan desain ini telah menewaskan sedikitnya 24 orang meninggal dan telah melukai lebih dari 300 orang, sebuah pil pahit yang susah ditelan oleh Takata.

Takata mengakui kesalahannya di pengadilan Federal kota Detroit pada tahun 2017 dan setuju untuk membayar denda sebanyak 1 Miliar USD. setelah keputusan ini, lebih dari 100 juta unit kendaraan secara global telah ditarik dari pasar.

Pada tahun 1968, seorang insinyur asal AS Allen Breed mendesain dan merilis teknologi Airbag pertama untuk mobil, kemajuan teknologi telah membuat keamanan moda transportasi darat menjadi lebih aman bagi manusia, akan tetapi bukan berarti keamanan sebuah produk dapat dianggap enteng, setiap kelalaian sekecil mungkin akan besar impaknya pada keselamatan manusia, dari Takata hingga ke ARC, siapa selanjutnya?

Pantau terus yows..

  continue reading

264 episod

Semua episod

×
 
Loading …

Selamat datang ke Player FM

Player FM mengimbas laman-laman web bagi podcast berkualiti tinggi untuk anda nikmati sekarang. Ia merupakan aplikasi podcast terbaik dan berfungsi untuk Android, iPhone, dan web. Daftar untuk melaraskan langganan merentasi peranti.

 

Player FM - Aplikasi Podcast
Pergi ke luar talian dengan aplikasi Player FM !

Panduan Rujukan Pantas

Podcast Teratas