Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

People love us!

User reviews

"Suka fungsi luar talian"
"Ini merupakan "cara" untuk mengendalikan langganan podcast anda. Ia juga cara hebat untuk meneroka pdcast baru."

Manusia & Teknologi - 2022-12-21

 
Kongsi
 

Fetch error

Hmmm there seems to be a problem fetching this series right now. Last successful fetch was on November 23, 2023 11:09 (9d ago)

What now? This series will be checked again in the next day. If you believe it should be working, please verify the publisher's feed link below is valid and includes actual episode links. You can contact support to request the feed be immediately fetched.

Manage episode 350315992 series 3381956
Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

Info pekan ini

~Maraknya pembajakan dan musik streamin, mengapa SONY bisa pecahkan rekor pendapatan tertinggi?

Sony Music Group adalah sebuah perusahaan milik Sony Group yang didirikan lebih dari 90 tahun yang lalu, sebagai anak perusahaan dari Sony Group usaha ini telah tumbuh secara diam-diam dalam beberapa tahun terakhir. ini adalah bisnis dengan laba operasi dalam skala komersil tertinggi dari Sony Group, sektor ini adalah andalan kartu AS dalam jejeran usaha milik Sony, yang juga bermain dalam sektor gaming dan financial.

Menurut laporan keuangan terbaru di bulan November ( Kwartal kedua tahun fiskal 2022 ) yang mendapati laba operasional Sony Group terhitung dari juli hingga september mencapai rekor tertingi pada periode yang sama di tahun 2019, penggerak terbesar adalah bisnis musik yang laba operasionalnya dapat meraup keuntungan dengan prosentase sebesar 55% lebih tinggi di bandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Sektor Gaming yang berpacu dengan Epidemi dunia dan bertahan kokoh, bahkan penjualan konsole gaming serta merch seputar dunia gaming menjadi lebih besar di bandingkan sektor musik, namun laba operasinya jatuh dengan prosentase 49% lebih sedikit di bandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Perkaranya adalah, di saat industri musik yang mengalami perubahan secara drastis dalam segi konsumsi antara lain, pembajakan musik online yang kian merajalela, serta perubahan gaya konsumen dalam mendengarkan lagu yang pada awalya adalah album musik secara fisik di gantikan menjadi platform streaming, mengapa Sony Music masih dapat mempertahankan pertumbuhan yang stabil?

Ketika Artis dalam merilis sebuah hasil karya juga perlu mempertimbangkan serta pengoptimalan pemasaran serta strategi jitu bagi pasar, data adalah senjata Sony Music dalam menghadapi rintangan.

“kami memahami pentingnya data sejak awal “, ujar Dennis Kooker yang bertugas sebagai presiden bisnis digital global dan penjualan AS Sony Music kepada Forbes.

Ketika model bisnis industri musik mulai bergeser dari pendapatan hak cipta ke pembagian keuntungan platform streaming, “ mewakili bisnis dari pembelian pertransaksi adalah hal yang sepele, ini adalah kekuatan yang besar, namun perlu tantangan serta tidak sepele.”

Data transaksi yang besar memungkinkan Sony Music dapat memahami siapa audiensnya, lagu seperti apa yang dinikmati oleh pendengar di suatu tempat, perangkat yang memutar lagu tersebut, lagu apa yang menjadi favorit dan tidak di sukai, DLL.

Dibandingkan dengan masa yang lampau, dimana industri musik rekaman hanya bisa menerka dan menebak secara membabi buta untuk menebak lagu hits sebelum hasil karya ini di rilis. di jaman sekarang sangatlah mungkin untuk mendapatkan akurasi tinggi dalam membaca preferensi pendengar, menyesuaikan strategi pemasaran, bahkan hingga menemukan lagu yang layak untuk di promosikan hanya berdasarkan data dari platform streaming.

Sony Music di lain sisi juga menyuguhkan sebuah paparan dan era mendengarkan musik yang baru, yang transparan bagi para artis. selain itu juga menyediakan serta mengembangkan lama portal eksklusif bagi artis untuk dapat melihat informasi terkait lagu yang sudah di rilis, misal : unduhan musik dan album, tag via Medsos, bagikan ke platform lainnya, DLL. dengan metode ini sang artis juga dapat memahami banyak data terkait pengambilan keputusan, dimana rangkuman data yang terdiri dari Audiens, trend lokal, pasar, peluang bisnis, bahkan promosi sebanyak mungkin. dengan begitu dapat memberikan dukungan terbaik dalam membantu sang artis dalam membuat keputusan karir dan menjadi lebih kreatif.

Selain itu, data ini juga dapat di pakai oleh para pihak promotor serta Admin dalam pencanangan sebuah konser fisik, misal Manajer tur dapat mengalisa area puncak para pendengar, mengetahui perkiraan jumlah penggemar, hanya dengan data ini. dengan begitu dapat dengan mudahnya untuk memutuskan apakah akan menggelar pertunjukan tambahan di kota berikutnya. dari pihak admin sendiri juga dapat secara aktif memperoleh dan memperluas IP ( Intellect Property ) dan menjadikan perusahaan rekaman dengan lagu-lagu hak cipta terbanyak.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Sony Music juga secara aktif mengakuisisi para penerbit musik kondang seperti SOM LIvre dan AWAL untuk memperluas jumlah karya yang berhak cipta pada bulan maret tahun ini. hingga saat ini Sony Music sudah memiliki lebih dari 5 juta hak cipta lagu di seluruh dunia, meningkat lebih dari 1 juta hak cipta ketimbang tahun 2019. dan kepemilikan ini mencapai peringkat pertama antar ketiga perusahaan rekaman besar di dunia.

Di lansir dari Digital Music News, Sony Music menghasilkan 48 lagu per minggu yang berada di 100 tangga nada teratas pada Global Spotify pada paruh pertama tahun 2022, di bandingkan dengan rata-rata 36 lagu pada tahun fiskal 2021. selain itu, tautan beberapa sumber platform ternyata berhasil membuat volume pendengar yang sangat besar bagi penyedia layanan streaming, laporan keuangan Sony menyebutkan bahwa kebutuhan untuk memperkuat strategi multi-saluran dan memperluas titik kontak pendengar sebanyak mungkin, termasuk game seluler, animasi TV, radio, film, dan acara siaran langsung.

Sony Music juga tidak hanya perduli dengan pendapatan, akan tetapi fokus juga kepada keragaman tim inti, tidak seperti bisnis lainnya. Sony Music memiliki staff yang relatif beragam dan muda, dengan 64% di rekrut dari generasi milenial dan Gen Z. Sony Music paham dan sensitif dengan perubahan dalam dunia trend dan mode, hal ini berkontribusi cukup besar dalam perubahan trend masa kini.

Sony Music menerbitkan laporan pertamanya secara global pada bulan agustus ( Sony Music Group Global Impact Report ), dimana Sony Music ( tidak termasuk Jepang ) memiliki lebih dari 6000 karyawan, dimana 52.2% adalah wanita dan jauh lebih banyak apabila di bandingkan dengan karyawan wanita pada Global Sony Group yang hanya berada pada prosentase sebesar 35% saja.

CEO dari Sony Music, Rob Stringer menekankan bahwa “ kami tidak hanya bertanggung jawab atas industri musik, akan tetapi juga turut bertanggung jawab atas perubahan dari segi budaya, sejarah yang juga turut mengambarkan sisi dari sifat manusia”. dalam kinerja bisnis, secara aktif juga telah menciptakan keragaman dan budaya organisasi yang inklusif telah membuat Sony Music menjadi semakin di perhatikan oleh publik.

Pantau terus yows.

  continue reading

263 episod

iconKongsi
 

Fetch error

Hmmm there seems to be a problem fetching this series right now. Last successful fetch was on November 23, 2023 11:09 (9d ago)

What now? This series will be checked again in the next day. If you believe it should be working, please verify the publisher's feed link below is valid and includes actual episode links. You can contact support to request the feed be immediately fetched.

Manage episode 350315992 series 3381956
Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International and Ipung Chandra atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

Info pekan ini

~Maraknya pembajakan dan musik streamin, mengapa SONY bisa pecahkan rekor pendapatan tertinggi?

Sony Music Group adalah sebuah perusahaan milik Sony Group yang didirikan lebih dari 90 tahun yang lalu, sebagai anak perusahaan dari Sony Group usaha ini telah tumbuh secara diam-diam dalam beberapa tahun terakhir. ini adalah bisnis dengan laba operasi dalam skala komersil tertinggi dari Sony Group, sektor ini adalah andalan kartu AS dalam jejeran usaha milik Sony, yang juga bermain dalam sektor gaming dan financial.

Menurut laporan keuangan terbaru di bulan November ( Kwartal kedua tahun fiskal 2022 ) yang mendapati laba operasional Sony Group terhitung dari juli hingga september mencapai rekor tertingi pada periode yang sama di tahun 2019, penggerak terbesar adalah bisnis musik yang laba operasionalnya dapat meraup keuntungan dengan prosentase sebesar 55% lebih tinggi di bandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Sektor Gaming yang berpacu dengan Epidemi dunia dan bertahan kokoh, bahkan penjualan konsole gaming serta merch seputar dunia gaming menjadi lebih besar di bandingkan sektor musik, namun laba operasinya jatuh dengan prosentase 49% lebih sedikit di bandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Perkaranya adalah, di saat industri musik yang mengalami perubahan secara drastis dalam segi konsumsi antara lain, pembajakan musik online yang kian merajalela, serta perubahan gaya konsumen dalam mendengarkan lagu yang pada awalya adalah album musik secara fisik di gantikan menjadi platform streaming, mengapa Sony Music masih dapat mempertahankan pertumbuhan yang stabil?

Ketika Artis dalam merilis sebuah hasil karya juga perlu mempertimbangkan serta pengoptimalan pemasaran serta strategi jitu bagi pasar, data adalah senjata Sony Music dalam menghadapi rintangan.

“kami memahami pentingnya data sejak awal “, ujar Dennis Kooker yang bertugas sebagai presiden bisnis digital global dan penjualan AS Sony Music kepada Forbes.

Ketika model bisnis industri musik mulai bergeser dari pendapatan hak cipta ke pembagian keuntungan platform streaming, “ mewakili bisnis dari pembelian pertransaksi adalah hal yang sepele, ini adalah kekuatan yang besar, namun perlu tantangan serta tidak sepele.”

Data transaksi yang besar memungkinkan Sony Music dapat memahami siapa audiensnya, lagu seperti apa yang dinikmati oleh pendengar di suatu tempat, perangkat yang memutar lagu tersebut, lagu apa yang menjadi favorit dan tidak di sukai, DLL.

Dibandingkan dengan masa yang lampau, dimana industri musik rekaman hanya bisa menerka dan menebak secara membabi buta untuk menebak lagu hits sebelum hasil karya ini di rilis. di jaman sekarang sangatlah mungkin untuk mendapatkan akurasi tinggi dalam membaca preferensi pendengar, menyesuaikan strategi pemasaran, bahkan hingga menemukan lagu yang layak untuk di promosikan hanya berdasarkan data dari platform streaming.

Sony Music di lain sisi juga menyuguhkan sebuah paparan dan era mendengarkan musik yang baru, yang transparan bagi para artis. selain itu juga menyediakan serta mengembangkan lama portal eksklusif bagi artis untuk dapat melihat informasi terkait lagu yang sudah di rilis, misal : unduhan musik dan album, tag via Medsos, bagikan ke platform lainnya, DLL. dengan metode ini sang artis juga dapat memahami banyak data terkait pengambilan keputusan, dimana rangkuman data yang terdiri dari Audiens, trend lokal, pasar, peluang bisnis, bahkan promosi sebanyak mungkin. dengan begitu dapat memberikan dukungan terbaik dalam membantu sang artis dalam membuat keputusan karir dan menjadi lebih kreatif.

Selain itu, data ini juga dapat di pakai oleh para pihak promotor serta Admin dalam pencanangan sebuah konser fisik, misal Manajer tur dapat mengalisa area puncak para pendengar, mengetahui perkiraan jumlah penggemar, hanya dengan data ini. dengan begitu dapat dengan mudahnya untuk memutuskan apakah akan menggelar pertunjukan tambahan di kota berikutnya. dari pihak admin sendiri juga dapat secara aktif memperoleh dan memperluas IP ( Intellect Property ) dan menjadikan perusahaan rekaman dengan lagu-lagu hak cipta terbanyak.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Sony Music juga secara aktif mengakuisisi para penerbit musik kondang seperti SOM LIvre dan AWAL untuk memperluas jumlah karya yang berhak cipta pada bulan maret tahun ini. hingga saat ini Sony Music sudah memiliki lebih dari 5 juta hak cipta lagu di seluruh dunia, meningkat lebih dari 1 juta hak cipta ketimbang tahun 2019. dan kepemilikan ini mencapai peringkat pertama antar ketiga perusahaan rekaman besar di dunia.

Di lansir dari Digital Music News, Sony Music menghasilkan 48 lagu per minggu yang berada di 100 tangga nada teratas pada Global Spotify pada paruh pertama tahun 2022, di bandingkan dengan rata-rata 36 lagu pada tahun fiskal 2021. selain itu, tautan beberapa sumber platform ternyata berhasil membuat volume pendengar yang sangat besar bagi penyedia layanan streaming, laporan keuangan Sony menyebutkan bahwa kebutuhan untuk memperkuat strategi multi-saluran dan memperluas titik kontak pendengar sebanyak mungkin, termasuk game seluler, animasi TV, radio, film, dan acara siaran langsung.

Sony Music juga tidak hanya perduli dengan pendapatan, akan tetapi fokus juga kepada keragaman tim inti, tidak seperti bisnis lainnya. Sony Music memiliki staff yang relatif beragam dan muda, dengan 64% di rekrut dari generasi milenial dan Gen Z. Sony Music paham dan sensitif dengan perubahan dalam dunia trend dan mode, hal ini berkontribusi cukup besar dalam perubahan trend masa kini.

Sony Music menerbitkan laporan pertamanya secara global pada bulan agustus ( Sony Music Group Global Impact Report ), dimana Sony Music ( tidak termasuk Jepang ) memiliki lebih dari 6000 karyawan, dimana 52.2% adalah wanita dan jauh lebih banyak apabila di bandingkan dengan karyawan wanita pada Global Sony Group yang hanya berada pada prosentase sebesar 35% saja.

CEO dari Sony Music, Rob Stringer menekankan bahwa “ kami tidak hanya bertanggung jawab atas industri musik, akan tetapi juga turut bertanggung jawab atas perubahan dari segi budaya, sejarah yang juga turut mengambarkan sisi dari sifat manusia”. dalam kinerja bisnis, secara aktif juga telah menciptakan keragaman dan budaya organisasi yang inklusif telah membuat Sony Music menjadi semakin di perhatikan oleh publik.

Pantau terus yows.

  continue reading

263 episod

Semua episod

×
 
Loading …

Selamat datang ke Player FM

Player FM mengimbas laman-laman web bagi podcast berkualiti tinggi untuk anda nikmati sekarang. Ia merupakan aplikasi podcast terbaik dan berfungsi untuk Android, iPhone, dan web. Daftar untuk melaraskan langganan merentasi peranti.

 

Player FM - Aplikasi Podcast
Pergi ke luar talian dengan aplikasi Player FM !

Panduan Rujukan Pantas

Podcast Teratas