Artwork

Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International, Yunus Hendry, and Aditya Nugraha. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International, Yunus Hendry, and Aditya Nugraha atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.
Player FM - Aplikasi Podcast
Pergi ke luar talian dengan aplikasi Player FM !

Info Kita (B)

 
Kongsi
 

Manage episode 421158984 series 3382188
Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International, Yunus Hendry, and Aditya Nugraha. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International, Yunus Hendry, and Aditya Nugraha atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

Kebakaran di Apartemen Mewah 28 Lantai di Hsinchu: Dua Petugas Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia

(Taiwan, ROC) --- Kebakaran terjadi di sebuah apartemen mewah setinggi 28 lantai di Distrik Timur, Hsinchu, yang kemudian menyebabkan dua petugas pemadam kebakaran kehilangan nyawa.

Kedua petugas ditemukan terbaring di tangga antara lantai dua dan tiga. Meskipun telah segera dilarikan ke rumah sakit, nyawa mereka tidak tertolong. Titik awal kebakaran diduga berasal dari lantai bawah tanah. Menurut perkiraan awal, asap dari pipa kabel yang terbakar, yang mengandung banyak zat beracun, mengalir ke atas melalui pipa kabel.

Sebanyak 292 penghuni gedung, beberapa dari mereka melarikan diri ke atap, sementara yang lain menunggu di balkon rumah mereka untuk dievakuasi.

Menurut investigasi awal dari polisi dan petugas pemadam kebakaran, kemungkinan tabung oksigen yang digunakan oleh petugas pemadam habis, sehingga mereka menghirup asap tebal yang beracun, yang akhirnya menyebabkan kematian mereka.

Petugas pemadam kebakaran segera menemukan sumber api dan mulai menyemprotkan air, tetapi api sulit dipadamkan dan terus berkobar. Seluruh gedung mengalami pemadaman listrik karena kabel yang terbakar. Sistem penyiram air otomatis telah diaktifkan, tetapi tidak efektif dalam memadamkan api.

Banyak petugas pemadam kebakaran terus dikerahkan untuk membantu karena banyak penghuni yang terjebak di dalam gedung. Sayangnya, insiden tersebut berakhir tragis dengan meninggalnya dua petugas pemadam kebakaran.

Sebanyak 292 penghuni gedung berhasil diselamatkan, dengan 269 di antaranya dievakuasi terlebih dahulu. Namun, dua petugas pemadam kebakaran yang kembali naik ke lantai atas untuk menyelamatkan korban lain, mengalami kehabisan oksigen di tabung mereka.

Keduanya ditemukan tergeletak di tangga antara lantai dua dan tiga. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit pada pukul 1:10 dini hari, tetapi nyawa mereka tetap tidak dapat diselamatkan.

Pada Minggu malam (26/5), sebuah kebakaran besar terjadi di sebuah apartemen mewah setinggi 28 lantai di Jalan Ciyun (慈雲路), Distrik Timur, Hsinchu.

Kebakaran yang dimulai pada pukul 22:55 ini terjadi di lantai bawah tanah gedung D, di mana kabel listrik di ruang saluran pipa terbakar, menghasilkan asap tebal dan gas beracun.

Situasi menjadi sangat kritis karena kobaran api di dalam gedung berubah seperti cerobong asap. Jika pintu darurat tidak tertutup rapat, maka asap akan menyebar ke lantai atas melalui celah dan saluran pipa.

Pemadam kebakaran segera mengerahkan 22 kendaraan dan 122 personel ke lokasi untuk memadamkan api dan mengevakuasi penghuni. Dalam waktu lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan. Namun, kabel yang terbakar menyebabkan sistem ventilasi rusak, sehingga seluruh gedung dipenuhi asap tebal.

Gedung yang terletak hanya 1,7 kilometer dari Hsinchu Science Park ini, dapat dicapai dengan mobil hanya dalam 3 menit. Namun, siapa sangka kebakaran yang begitu cepat menyebar akan membawa tragedi, dengan dua petugas pemadam kebakaran yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Pembunuh nomor satu di lokasi kebakaran

Asap Tebal

Tahukah Anda bahwa yang paling berbahaya saat terjadi kebakaran sebenarnya adalah asap tebal?

Penyebaran asap tebal dalam gedung lebih cepat dan lebih luas dibandingkan dengan kobaran api, menghirup asap tebal yang mengandung karbon monoksida dan gas beracun dapat mengakibatkan pingsan, kehilangan kesadaran bahkan hipoksia.

Pada prinsipnya, secepat mungkin lari menyelamatkan diri pada saat awal terjadi kebakaran: Merangkak (dengan posisi serendah mungkin (berlutut di lantai, mulut dan hidung serendah mungkin, siku tangan menempel lantai)

Saat setelah terjadi kebakaran, ketika api besar dan asap tebal menghalangi jalan keluar, maka carilah tempat yang aman, tutup pintu untuk berlindung, dan sedapat mungkin berada di dekat balkon atau jendela menunggu pertolongan

Membongkar mitos menyelamatkan diri saat kebakaran

Apakah harus menggunakan handuk basah untuk menutupi mulut dan hidung saat menyelamatkan diri kita dari asap tebal karena kebakaran? Tidak boleh.

Mengapa 「tidak boleh」membuang waktu mencari handuk basah untuk menutupi mulut dan hidung kita saat menyelamatkan diri dari kebakaran?

1. Tidak dapat menahan panas dan gas beracun

2. Selain mulut dan hidung, masih ada bagian rentan lainnya yang terekspos akan bahaya

Didenda NT$200 Ribu dan Enggan Membayar, Penumpang Indonesia Dideportasi Karena Membungkus dan Membawa Makanan Pesawat

(Taiwan, ROC) —- Kasus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika internasional terus meningkat. Baru-baru ini, Ditjen Karantina dan Inspeksi Tanaman dan Hewan (APHIA), Kementerian Pertanian Taiwan di Taoyuan menemukan seorang wisatawan asal Indonesia yang tiba di Taiwan dari Hong Kong membawa makanan pesawat berupa "daging panggang campur".

Anjing karantina berhasil mendeteksi bau makanan tersebut, dan wisatawan bersangkutan didenda sebesar NT$200.000. Namun, karena tidak bisa membayar denda di tempat, maka wisatawan tersebut langsung dideportasi oleh Ditjen Imigrasi.

Wisatawan tersebut harus membayar dendanya terlebih dahulu, sebelum diizinkan masuk kembali ke Taiwan.

*African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika adalah penyakit virus menular yang sangat fatal bagi hewan babi. Penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi industri peternakan babi.

Wakil Ketua APHIA, Hsu Jung-pin (徐榮彬), menyatakan bahwa pelancong asal Indonesia tersebut tiba di Taiwan dengan penerbangan dari Hong Kong pada tanggal 30 April 2024. Di area jalur hijau, anjing karantina menghentikannya dan menemukan bahwa ia membawa kotak makanan yang berisikan daging babi dan ayam.

Investigasi menunjukkan bahwa pelancong tersebut membungkus makanan pesawat dan membawanya turun dari pesawat. Pelancong tersebut kemudian didenda NT$200.000 di tempat. Namun, karena tidak dapat membayar denda, ia kemudian diserahkan kepada otoritas imigrasi untuk dideportasi.

Hsu Jung-pin menjelaskan bahwa makanan di dalam pesawat atau kapal pesiar juga dianggap sebagai produk luar negeri. Menurut peraturan yang berlaku di Taiwan, makanan yang mengandung daging unggas atau babi, serta buah dan sayuran segar, tidak diperbolehkan dibawa masuk ke Taiwan.

Jika ditemukan, maka pelanggar akan dikenakan denda sesuai hukum yang berlaku. Hsu Jung-pin mengingatkan para pelancong untuk tidak membawa makanan sisa pesawat untuk menghindari denda. Jika pelancong asing melanggar peraturan ini dan tidak dapat membayar denda di tempat, maka mereka akan dideportasi. Mereka harus membayar denda terlebih dahulu, sebelum diizinkan masuk kembali ke Taiwan.

APHIA menyatakan bahwa pihaknya belakangan ini menemukan produk daging babi yang dibawa oleh pelancong dari Tiongkok yang mengandung asam nukleat virus demam babi Afrika tipe baru. Oleh karena itu, pihaknya telah meningkatkan pemeriksaan X-ray 100% pada bagasi pelancong, paket kiriman, dan paket pos.

Menjelang liburan Festival Perahu Naga dan musim liburan musim panas yang akan datang, APHIA mengingatkan masyarakat untuk menghindari membawa barang-barang yang dilarang. Jika kedapatan membawa produk daging babi ke Taiwan, maka denda sebesar NT$200.000 akan dikenakan untuk pelanggaran pertama, dan NT$1 juta untuk pelanggaran kedua.

APHIA juga menjelaskan bahwa sejak penumpang turun dari pesawat, berbagai papan informasi dan pengumuman telah dipasang di sepanjang jalur, guna mengingatkan para pelancong tentang barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa masuk ke Taiwan.

Di area pemeriksaan bea cukai sebelum keluar bandara, terdapat rak pameran yang menunjukkan contoh barang bawaan yang sering disalahartikan atau dikira boleh dibawa masuk ke Taiwan sebagai oleh-oleh. Barang-barang tersebut adalah kuah kaldu hotpot Tiongkok, bakpao daging, kue dan makanan yang mengandung daging, serta makanan hewan peliharaan yang mengandung daging, telur onsen, kulit ayam, dan bento daging panggang dari Jepang.

Selain itu, barang-barang dari Korea Selatan, seperti ginseng, hot dog, dan sosis darah, juga dilarang dibawa masuk ke Taiwan.

Pelancong yang membawa barang-barang yang tidak memenuhi syarat/dilarang, masih memiliki kesempatan untuk melaporkan dan membuang barang-barang tersebut, sebelum memasuki jalur hijau untuk menghindari denda.

Mencegah Demam Babi Afrika

1. Jangan mengimpor produk daging secara ilegal dari luar negeri

2. Jangan membeli produk daging yang tidak diketahui asalnya secara online

3. Mohon kerabat dan teman Anda untuk tidak mengirim produk daging dari luar negeri ke Taiwan

4. Jangan membuang di sampah dapur saat menerima produk daging dari luar negeri,silakan buang di sampah umum atau serahkan ke Departemen Pemeriksaan dan Karantina Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (BAPHIQ)/ Departemen Perlindungan Hewan

5. Saluran Hotline Pelaporan: 0800-039-131

6. Orang asing dapat menghubungi saluran hotline tenaga kerja asing 1955 untuk bantuan pelaporan

7. Impor daging secara ilegal dapat dihukum hingga tujuh tahun penjara dan denda sebesar NT$3 juta.

  continue reading

289 episod

Artwork

Info Kita (B)

Info Kita (B)

published

iconKongsi
 
Manage episode 421158984 series 3382188
Kandungan disediakan oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International, Yunus Hendry, and Aditya Nugraha. Semua kandungan podcast termasuk episod, grafik dan perihalan podcast dimuat naik dan disediakan terus oleh 中央廣播電臺 RTI Radio Taiwan International, Yunus Hendry, and Aditya Nugraha atau rakan kongsi platform podcast mereka. Jika anda percaya seseorang menggunakan karya berhak cipta anda tanpa kebenaran anda, anda boleh mengikuti proses yang digariskan di sini https://ms.player.fm/legal.

Kebakaran di Apartemen Mewah 28 Lantai di Hsinchu: Dua Petugas Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia

(Taiwan, ROC) --- Kebakaran terjadi di sebuah apartemen mewah setinggi 28 lantai di Distrik Timur, Hsinchu, yang kemudian menyebabkan dua petugas pemadam kebakaran kehilangan nyawa.

Kedua petugas ditemukan terbaring di tangga antara lantai dua dan tiga. Meskipun telah segera dilarikan ke rumah sakit, nyawa mereka tidak tertolong. Titik awal kebakaran diduga berasal dari lantai bawah tanah. Menurut perkiraan awal, asap dari pipa kabel yang terbakar, yang mengandung banyak zat beracun, mengalir ke atas melalui pipa kabel.

Sebanyak 292 penghuni gedung, beberapa dari mereka melarikan diri ke atap, sementara yang lain menunggu di balkon rumah mereka untuk dievakuasi.

Menurut investigasi awal dari polisi dan petugas pemadam kebakaran, kemungkinan tabung oksigen yang digunakan oleh petugas pemadam habis, sehingga mereka menghirup asap tebal yang beracun, yang akhirnya menyebabkan kematian mereka.

Petugas pemadam kebakaran segera menemukan sumber api dan mulai menyemprotkan air, tetapi api sulit dipadamkan dan terus berkobar. Seluruh gedung mengalami pemadaman listrik karena kabel yang terbakar. Sistem penyiram air otomatis telah diaktifkan, tetapi tidak efektif dalam memadamkan api.

Banyak petugas pemadam kebakaran terus dikerahkan untuk membantu karena banyak penghuni yang terjebak di dalam gedung. Sayangnya, insiden tersebut berakhir tragis dengan meninggalnya dua petugas pemadam kebakaran.

Sebanyak 292 penghuni gedung berhasil diselamatkan, dengan 269 di antaranya dievakuasi terlebih dahulu. Namun, dua petugas pemadam kebakaran yang kembali naik ke lantai atas untuk menyelamatkan korban lain, mengalami kehabisan oksigen di tabung mereka.

Keduanya ditemukan tergeletak di tangga antara lantai dua dan tiga. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit pada pukul 1:10 dini hari, tetapi nyawa mereka tetap tidak dapat diselamatkan.

Pada Minggu malam (26/5), sebuah kebakaran besar terjadi di sebuah apartemen mewah setinggi 28 lantai di Jalan Ciyun (慈雲路), Distrik Timur, Hsinchu.

Kebakaran yang dimulai pada pukul 22:55 ini terjadi di lantai bawah tanah gedung D, di mana kabel listrik di ruang saluran pipa terbakar, menghasilkan asap tebal dan gas beracun.

Situasi menjadi sangat kritis karena kobaran api di dalam gedung berubah seperti cerobong asap. Jika pintu darurat tidak tertutup rapat, maka asap akan menyebar ke lantai atas melalui celah dan saluran pipa.

Pemadam kebakaran segera mengerahkan 22 kendaraan dan 122 personel ke lokasi untuk memadamkan api dan mengevakuasi penghuni. Dalam waktu lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan. Namun, kabel yang terbakar menyebabkan sistem ventilasi rusak, sehingga seluruh gedung dipenuhi asap tebal.

Gedung yang terletak hanya 1,7 kilometer dari Hsinchu Science Park ini, dapat dicapai dengan mobil hanya dalam 3 menit. Namun, siapa sangka kebakaran yang begitu cepat menyebar akan membawa tragedi, dengan dua petugas pemadam kebakaran yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Pembunuh nomor satu di lokasi kebakaran

Asap Tebal

Tahukah Anda bahwa yang paling berbahaya saat terjadi kebakaran sebenarnya adalah asap tebal?

Penyebaran asap tebal dalam gedung lebih cepat dan lebih luas dibandingkan dengan kobaran api, menghirup asap tebal yang mengandung karbon monoksida dan gas beracun dapat mengakibatkan pingsan, kehilangan kesadaran bahkan hipoksia.

Pada prinsipnya, secepat mungkin lari menyelamatkan diri pada saat awal terjadi kebakaran: Merangkak (dengan posisi serendah mungkin (berlutut di lantai, mulut dan hidung serendah mungkin, siku tangan menempel lantai)

Saat setelah terjadi kebakaran, ketika api besar dan asap tebal menghalangi jalan keluar, maka carilah tempat yang aman, tutup pintu untuk berlindung, dan sedapat mungkin berada di dekat balkon atau jendela menunggu pertolongan

Membongkar mitos menyelamatkan diri saat kebakaran

Apakah harus menggunakan handuk basah untuk menutupi mulut dan hidung saat menyelamatkan diri kita dari asap tebal karena kebakaran? Tidak boleh.

Mengapa 「tidak boleh」membuang waktu mencari handuk basah untuk menutupi mulut dan hidung kita saat menyelamatkan diri dari kebakaran?

1. Tidak dapat menahan panas dan gas beracun

2. Selain mulut dan hidung, masih ada bagian rentan lainnya yang terekspos akan bahaya

Didenda NT$200 Ribu dan Enggan Membayar, Penumpang Indonesia Dideportasi Karena Membungkus dan Membawa Makanan Pesawat

(Taiwan, ROC) —- Kasus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika internasional terus meningkat. Baru-baru ini, Ditjen Karantina dan Inspeksi Tanaman dan Hewan (APHIA), Kementerian Pertanian Taiwan di Taoyuan menemukan seorang wisatawan asal Indonesia yang tiba di Taiwan dari Hong Kong membawa makanan pesawat berupa "daging panggang campur".

Anjing karantina berhasil mendeteksi bau makanan tersebut, dan wisatawan bersangkutan didenda sebesar NT$200.000. Namun, karena tidak bisa membayar denda di tempat, maka wisatawan tersebut langsung dideportasi oleh Ditjen Imigrasi.

Wisatawan tersebut harus membayar dendanya terlebih dahulu, sebelum diizinkan masuk kembali ke Taiwan.

*African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika adalah penyakit virus menular yang sangat fatal bagi hewan babi. Penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi industri peternakan babi.

Wakil Ketua APHIA, Hsu Jung-pin (徐榮彬), menyatakan bahwa pelancong asal Indonesia tersebut tiba di Taiwan dengan penerbangan dari Hong Kong pada tanggal 30 April 2024. Di area jalur hijau, anjing karantina menghentikannya dan menemukan bahwa ia membawa kotak makanan yang berisikan daging babi dan ayam.

Investigasi menunjukkan bahwa pelancong tersebut membungkus makanan pesawat dan membawanya turun dari pesawat. Pelancong tersebut kemudian didenda NT$200.000 di tempat. Namun, karena tidak dapat membayar denda, ia kemudian diserahkan kepada otoritas imigrasi untuk dideportasi.

Hsu Jung-pin menjelaskan bahwa makanan di dalam pesawat atau kapal pesiar juga dianggap sebagai produk luar negeri. Menurut peraturan yang berlaku di Taiwan, makanan yang mengandung daging unggas atau babi, serta buah dan sayuran segar, tidak diperbolehkan dibawa masuk ke Taiwan.

Jika ditemukan, maka pelanggar akan dikenakan denda sesuai hukum yang berlaku. Hsu Jung-pin mengingatkan para pelancong untuk tidak membawa makanan sisa pesawat untuk menghindari denda. Jika pelancong asing melanggar peraturan ini dan tidak dapat membayar denda di tempat, maka mereka akan dideportasi. Mereka harus membayar denda terlebih dahulu, sebelum diizinkan masuk kembali ke Taiwan.

APHIA menyatakan bahwa pihaknya belakangan ini menemukan produk daging babi yang dibawa oleh pelancong dari Tiongkok yang mengandung asam nukleat virus demam babi Afrika tipe baru. Oleh karena itu, pihaknya telah meningkatkan pemeriksaan X-ray 100% pada bagasi pelancong, paket kiriman, dan paket pos.

Menjelang liburan Festival Perahu Naga dan musim liburan musim panas yang akan datang, APHIA mengingatkan masyarakat untuk menghindari membawa barang-barang yang dilarang. Jika kedapatan membawa produk daging babi ke Taiwan, maka denda sebesar NT$200.000 akan dikenakan untuk pelanggaran pertama, dan NT$1 juta untuk pelanggaran kedua.

APHIA juga menjelaskan bahwa sejak penumpang turun dari pesawat, berbagai papan informasi dan pengumuman telah dipasang di sepanjang jalur, guna mengingatkan para pelancong tentang barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa masuk ke Taiwan.

Di area pemeriksaan bea cukai sebelum keluar bandara, terdapat rak pameran yang menunjukkan contoh barang bawaan yang sering disalahartikan atau dikira boleh dibawa masuk ke Taiwan sebagai oleh-oleh. Barang-barang tersebut adalah kuah kaldu hotpot Tiongkok, bakpao daging, kue dan makanan yang mengandung daging, serta makanan hewan peliharaan yang mengandung daging, telur onsen, kulit ayam, dan bento daging panggang dari Jepang.

Selain itu, barang-barang dari Korea Selatan, seperti ginseng, hot dog, dan sosis darah, juga dilarang dibawa masuk ke Taiwan.

Pelancong yang membawa barang-barang yang tidak memenuhi syarat/dilarang, masih memiliki kesempatan untuk melaporkan dan membuang barang-barang tersebut, sebelum memasuki jalur hijau untuk menghindari denda.

Mencegah Demam Babi Afrika

1. Jangan mengimpor produk daging secara ilegal dari luar negeri

2. Jangan membeli produk daging yang tidak diketahui asalnya secara online

3. Mohon kerabat dan teman Anda untuk tidak mengirim produk daging dari luar negeri ke Taiwan

4. Jangan membuang di sampah dapur saat menerima produk daging dari luar negeri,silakan buang di sampah umum atau serahkan ke Departemen Pemeriksaan dan Karantina Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (BAPHIQ)/ Departemen Perlindungan Hewan

5. Saluran Hotline Pelaporan: 0800-039-131

6. Orang asing dapat menghubungi saluran hotline tenaga kerja asing 1955 untuk bantuan pelaporan

7. Impor daging secara ilegal dapat dihukum hingga tujuh tahun penjara dan denda sebesar NT$3 juta.

  continue reading

289 episod

Semua episod

×
 
Loading …

Selamat datang ke Player FM

Player FM mengimbas laman-laman web bagi podcast berkualiti tinggi untuk anda nikmati sekarang. Ia merupakan aplikasi podcast terbaik dan berfungsi untuk Android, iPhone, dan web. Daftar untuk melaraskan langganan merentasi peranti.

 

Panduan Rujukan Pantas

Podcast Teratas