Erastus Sabdono awam
[search 0]
lebih

Download the App!

show episodes
 
Loading …
show series
 
Dalam kalimat Doa Bapa Kami terdapat kalimat: “ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Secara tersirat, terdapat sebuah indikasi bahwa pasti ada orang yang akan bersalah kepada kita. Frasa “seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami” merupakan pertanda jelas bahwa kehadiran orang yang melukai kita tidak…
 
Alkitab berkata bahwa setiap orang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebagaimana Paulus pun berkata, “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” Dalam hal ini, jelas bahwa seseorang dapat ditu…
 
Setiap orang percaya yang ingin disempurnakan seperti Yesus harus mengalami apa yang Yesus alami. Jika diilustrasikan dengan perlombaan kelas dunia, maka seseorang yang hendak memenangkan perlombaan tersebut harus memiliki kualitas kelas dunia. Jika seseorang ingin menjadi seperti Yesus, ia harus mengalami seperti yang dialami Yesus. Sama halnya de…
 
Ketika Tuhan mengatakan “Ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami,” hal ini mengindikasikan suatu kemutlakan bahwa kita harus mengampuni orang yang bersalah. Pengampunan tersebut haruslah tanpa syarat. Mengampuni tanpa syarat memiliki beberapa makna. Pertama, tidak perlu menunggu orang meminta maaf kepada kita terlebih…
 
Satu hal yang harus menjadi pergumulan terbesar kita setiap hari adalah mengenali keadaan kita yang sesungguhnya di hadapan Tuhan. Dalam kalimat lain, orang biasa mengatakan “mengenal diri sendiri.” Seseorang yang memahami keberadaan dirinya akan melakukan tindakan konkret untuk memperbaiki keadaannya. Namun, jika seseorang tidak mengenal keberadaa…
 
Sebagai orang percaya yang terus disempurnakan, kita harus bisa menyadari kesalahan kita. Menyadari kesalahan bukan hal yang sederhana. Menyadari kesalahan bisa menjadi hal sulit bagi sebagian orang karena mereka sudah terbiasa tidak mengakui kesalahannya. Mereka lebih senang merasa sudah baik dan tidak perlu dikoreksi. Hal ini bisa menjadi sangat …
 
Dalam Lukas 7:47 dikatakan, “…tetapi orang yang sedikit diampuni sedikit juga ia berbuat kasih.” Kalimat ini mengesankan bahwa Tuhan tidak memberikan pengampunan sepenuhnya, atau seakan-akan hanya sebagian atau bisa dalam porsi sedikit. Apakah Tuhan dapat memberikan pengampunan dengan sebagian saja? Apakah bisa dalam porsi sedikit? Tidak dapat dipu…
 
Jika dipertanyakan apakah orang di luar sana yang tidak pernah mendengar Injil dosanya juga turut diampuni? Jawabannya adalah tetap diampuni, namun dengan jenis kualitas pengampunan yang berbeda. Tuhan menganggapnya sudah selesai, tapi bukan berarti langsung masuk surga semua. Perlu adanya semacam pengujian batin terhadap mereka untuk dapat dihakim…
 
Dalam Lukas 7:47 dikatakan, “dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.” Ayat ini dapat menimbulkan pertanyaan besar, yakni: jika tidak berbuat kasih, apakah dosa tidak diampuni? Apakah pengampunan itu berdasarkan perbuatan (dalam hal ini perbuatan kasih) atau karena kasih karunia semata-mata? Banyak orang mengangg…
 
Masih dalam kisah perempuan berdosa yang datang kepada Yesus, kita dapat menemukan kebenaran bahwa seseorang yang menerima pengampunan harus memiliki moral dan keberadaan karakter seperti Tuhan. Pengampunan yang diterima oleh orang percaya memang diterima secara cuma-cuma dan bukan karena perbuatan baik. Akan tetapi, orang yang diampuni pasti akan …
 
Dalam Lukas 7:36-46, terdapat sebuah kisah yang menunjukkan relasi antara “pengampunan” dan “perbuatan kasih.” Kisah tersebut bercerita mengenai seorang Farisi yang mengundang Yesus untuk datang dan makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu dan duduk makan bersama mereka. Kemudian ada seorang perempuan yang terkenal sebagai orang be…
 
Sejak narasi kejatuhan manusia dalam dosa pada Kejadian 3, kita dapat melihat bahwa manusia mulai memiliki dirinya dan tidak hidup di bawah pemerintahan Allah. Dalam Kejadian 4, kita melihat terjadi pembunuhan terhadap Habel. Pembunuhan tersebut sebenarnya bisa dikatakan pembunuhan yang jumlahnya besar. bukan secara angka, melainkan rasio, dengan j…
 
Ketika Tuhan menebus manusia di atas kayu salib, Ia melepaskan nyawa-Nya sebagai alat atau sarana pembayaran atas dosa dan kesalahan kita. Meneguhkan hal ini, di dalam bahasa Aram, kata “utang” adalah howb (חוֹב֙) yang berarti debtors. Kata “utang” berasal dari kata mashshaah (Ibr. מַשָּׁאָה). Kata “dosa” dalam bahasa Aram itu juga berarti “utang” …
 
Keselamatan dapat dilihat dari tiga dimensi: dimensi masa lalu, masa kini, dan masa mendatang. Keselamatan pada dimensi masa lalu adalah ketika Yesus mati di atas kayu salib untuk menghapus dosa manusia. Dosa-dosa yang telah dan akan dilakukan manusia telah dihapuskan oleh kematian-Nya. Pada dimensi masa kini, keselamatan berbicara mengenai bagaima…
 
Dalam Matius 6:12 tertulis “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;” dalam teks aslinya, berbunyi: Καὶ ἄφες ἡμῖν τὰ ὀφειλήματα ἡμῶν Ὡς καὶ ἡμεῖς ἀφήκαμεν τοῖς ὀφειλέταις ἡμῶν (Yun. kai aphes hemin ta opheilemata hemon Hos kai hemeis aphekamen tois opheiletais hemon). Kata “ampunilah;” ap…
 
Dalam Matius 18:21-35, dikisahkan ada seorang raja yang mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Dalam perhitungan tersebut, didapati seorang hamba yang tidak mampu membayar utangnya. Karena tidak mampu membayar utangnya, hamba tersebut memohon keringanan dari raja agar istri dan anak-anaknya tidak dijual sebagai budak. Hati raja tergerak oleh…
 
Tatanan yang dimiliki oleh Allah dalam diri-Nya menunjukkan bahwa Allah bukanlah sosok yang bertindak secara sembarangan. Ditinjau dari hakikat Allah yang penuh kasih, tidak sulit bagi Allah memberi pengampunan bagi manusia. Dapat dikatakan bahwa Allah pasti memberikan pengampunan-Nya bagi manusia. Tetapi ditinjau dari keadilan dan kekudusan-Nya, p…
 
Terdapat sebuah prinsip penting dalam pengampunan, “yakni mengampuni berarti berkorban.” Dalam Perjanjian Lama, kita menemukan bahwa setiap dosa selalu diselesaikan dengan darah domba. Terdapat kurban penebusan dosa yang harus dipersembahkan sebagai ganti dosa umat Israel. Hal ini bahkan sudah terjadi sejak di Eden, yakni ketika Adam dan Hawa berdo…
 
Dalam Matius 12:31 tertulis, “Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” Secara tersirat dikesankan bahwa ada dosa yang tidak dapat diampuni, yakni menghujat Roh Kudus. Muncul pertanyaan, “kalau Allah Mahakasih, mengapa Ia bisa tidak mengampuni dosa yang satu in…
 
Ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka ia harus memberi dirinya dimiliki oleh Tuhan. Dalam Galatia 2:20 dikatakan, “…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah…
 
Loading …

Panduan Rujukan Pantas

Podcast Teratas
Google login Twitter login Classic login